Misteri Ujian Chuunin

Suatu hari, seorang turis asing berkunjung ke Republik Konoha dan mengobrol dengan warga lokal di sebuah warung kopi.

Turis: “Melihat situasi di sini, saya heran. Kenapa birokrasi di Konoha ruwet banget, terus banyak banget oknum yang suka ‘minta pelicin’ kalau kita mau urus surat-surat?”

Warga Lokal: (Sambil menyeruput kopi) “Oh, Anda jangan kaget. Itu semua karena warisan sistem pendidikan kami yang sangat ketat.”

Turis: “Lho, hubungannya apa? Pendidikan ketat bukannya bikin pintar dan jujur?”

Warga Lokal: “Begini, Mister… Di Konoha, dari kecil kami sudah diajari kalau mau naik pangkat atau lulus ujian itu syaratnya berat banget. Anda tahu Ujian Chuunin?”

Turis: “Iya, tahu. Ujian ninja yang legendaris itu, kan?”

Warga Lokal: “Nah, di ujian tahap pertama, kami secara tidak langsung diajari bahwa menyontek dan tidak ketahuan adalah sebuah prestasi. Lalu di tahap kedua, kami disuruh bertahan hidup di ‘Hutan Kematian’—siapa yang kuat, dia yang menang. Hukum rimba!”

Turis: (Mulai melongo) “Lalu…?”

Warga Lokal: “Jadi jangan heran kalau pejabat kami sekarang pintar-pintar menyembunyikan anggaran (tidak ketahuan), dan yang kaya makin kaya karena pakai hukum rimba. Lagipula, dari dulu Hokage-nya cuma digilir di antara lingkaran lingkaran keluarga dan murid-muridnya doang, mana ada rakyat jelata bisa naik!”

Turis: “Wah, parah juga ya… Terus kenapa rakyatnya gak demo atau protes keras?”

Warga Lokal: “Ah, percuma, Mister. Rakyat Konoha itu sudah kena Genjutsu massal dari media sosial. Begitu ada masalah negara yang berat, besoknya langsung hilang fokus karena dialihkan sama rilisnya Chapter terbaru Boruto!”

Catatan: Kemiripan cerita dengan negara tertentu di dunia nyata hanyalah fiktif belaka. Jika ada kesamaan nasib, mohon segera rapikan Chakra Anda masing-masing.